Menanam pohon bidara: raih manfaatnya dan raup keuntungannya

menanam pohon bidara
pohon bidara sidr

Pohon bidara akhir-akhir ini sudah mulai dikenal masyarakat kita, dan banyak pula yang sudah menanam pohon bidara ini. Tumbuhan ini memiliki nama latin Ziziphus Mauritiana dan diperkirakan penyebarannya berasal dari wilayah Asia Tengah, namun kini mulai ditanam oleh masyarakat Indonesia dan juga negeri-negeri lainnya khususnya umat Islam yang memanfaatkan daun bidara sebagai sarana untuk ruqyah serta kegunaan-kegunaan lainnya. Pohon bidara ini merupakan tumbuhan perdu yang mampu tumbuh hingga 15 meter dan di batang pohonnya terdapat banyak duri-duri kecil.

Tanaman ini memiliki beberapa jenis yang bisa kita temui, diantara jenis-jenis pohon bidara ini antara lain adalah bidara sidr (bidara arab), bidara cina, bidara upas, bidara laut, dan bidara putsa (apel india). Mari kita bahas satu-satu jenis-jenis bidara tersebut

  1. Bidara Sidr (bidara arab)
    Jenis bidara ini mungkin yang paling populer yang sering kita jumpai terlebih ketika seseorang ingin melakukan ruqyah tidak jarang menggunakan daun bidara sidr untuk digunakan sebagai campuran air mandi atau bahkan diminum atau untuk keperluan seperti untuk para wanita yang selesai haid atau memandikan jenazah. Saya disini tidak akan membahas mengenai dalil pemakaian daun bidara untuk ruqyah silahkan untuk hal yang satu ini Anda bisa bertanya pada ustadz yang lebih paham mengenai perintah atau anjuran ruqyah dengan sarana daun ini. Bidara jenis ini juga memiliki buah yang agak kecil seukuran kelereng.
  2. Bidara Cina
    menanam pohon bidaraBidara cina disebut juga ziziphus jujuba, jenis bidara ini tingginya bisa mencapai 5-10 meter, memiliki duri seperti juga bidara sidr, dan juga dapat berbuah yang buahnya bisa dimakan. Tanaman ini ketika sedang berbunga ia menampilkan 5 kelopak bunganya yang berwarna hijau kekuningan. dia juga memiliki buah yang berwarna hijau berbentuk oval dan dapat dimakan. Jika buah sudah matang maka akan berwarna coklat dan hitam yang akan keriput, seperti kurma berbiji satu akan tetapi keras seperti biji zaitun (https://lintar.net/)
  3. Bidara Upas
    menanam pohon bidara upasBerbeda dengan bidara sidr dan bidara cina, jenis bidara yang satu ini tidak memiliki duri di batang pohonnya. Bentuk daunnya lebar seperti daun ubi jalar,berbentuk bulat melebar pangkalnya berbentuk hati. Bidara ini juga memiliki umbi yang dapat dimakan, warna kulit umbinya kuning kecoklatan, kulitnya tebal bergetah warna putih, bila kering warnanya menjadi coklat. Bunga pohon ini berbentuk payung berwarna putih, dan apabila berbuah kelopaknya tidak gugur. Bidara upas ini merupakan tumbuhan yang menjalar dan bisa mencapai tinggi 3-6 meter. Rebusan umbi bidara upas dipercaya dapat mengobati penyakit tubercolosis yang dipercaya secara turun temurun oleh masyarakat Madura.
  4. Bidara Laut
    menanam pohon bidaraBidara laut atau dikenal dengan Strychnos lucida biasa ditemui di hutan dekat pantai dengan struktur batang pohon yang kecil dan keras. Bentuk daunnya oval dan tidak memiliki gerigi di pinggir daunnya dengan permukaannya mengkilap. Di daerah Sumatra, tumbuhan ini biasa disebut bidara putih, bidara pahit, dan kayu ular. Sementara itu, di Jawa, tumbuhan ini disebut dara putih dan dara gunung. Lain halnya dengan dimadura, meskipun di madura ada yang menyebut dengan bidara gunung seperti di Jawa, tetapi tumbuhan ini juga disebut buin dan songga di Madura. Orang Bugis menyebutnya aju mapai atau bidara mapai. (wikipedia)
  5. Putsa (apel india)
    buah apel india atau bidara putsaBidara jenis putsa ini berbeda dengan bidara jenis lainnya, diantaranya pada ukuran buahnya, putsa memiliki ukuran buah yang lebih besar sehingga disebut juga apel india. Batang pohonnya pun tidak berduri seperti pohon bidara lainnya dan juga pohon ini memiliki pertumbuhan yang lebih cepat. Daun putsa agak menyerupai daun bidara sidr namun lebih lebar ukurannya.

Meraup Untung dari Pohon Bidara

Saya punya cerita seorang teman yang menjual bibit pohon bidara sidr, dia adalah pemilik toko herbal namun karena melihat peluang yang ada di pohon bidara dia ambil kesempatan untuk ikut menjual pohon itu. Ternyata tidak seperti yang saya kira bahwa banyak yang berminat membeli pohon bidara yang dia jual. Setiap hari dia mengantar pohon bidara itu ke pembeli-pembeli yang memesannya di daerah bogor, karena kebetulan dia tinggal di Bogor.

Cerita lain datang dari sahabat saya seorang guru, dia berjualan pohon bidara secara online. Suatu hari dia mengundang saya makan dan dia mengaku kalo jualan pohon bidaranya lewat Facebook sangat laris. Lalu bagaimana mereka bisa menjual pohon bidara itu dengan laris? Padahal seperti kita ketahui diatas pohon ini memiliki buah yang kecil dan bila dimakan pun tidak mengenyangkan.

Pohon bidara sidr memang buahnya kecil dan bisa dikatakan tidak bisa dimakan, tetapi kita tahu para pelaku praktek ruqyah membutuhkan pohon ini, belum lagi orang yang telah mengetahui kegunaannya merekapun tidak keberatan untuk membelinya untuk ditanam di rumah mereka, terlebih yang mereka butuhkan adalah daunnya bukan buahnya. Sekarang tinggal bagaimana kita bisa menemukan orang-orang itu, artinya ketika kita berjualan pasti kita akan membutuhkan pasar, dan pasar yang tertarget adalah mereka yang membutuhkan produk yang kita jual.

Cerita pertama dari sahabat saya yang pedagang herbal mungkin sudah tidak heran kalo dia bisa dengan gampang menjual pohon bidara sidrnya karena memang banyak orang-orang yang mempercayai thibunnabawai sebagai pengobatan biasanya mereka mencari pohon bidara jenis ini. Tetapi selain dari channel bisnisnya itu dia juga sering bertemu dengan para jamaah majelis taklim yang dia hadiri, dan biasanya dia menceritakan perihal pohon bidara yang dia jual. Nah dari situ juga dia mendapatkan target pasar untuk dagangannya itu.

Cerita yang kedua teman saya yang seorang guru dia menjual di Facebook. Mungkin temannya di Facebook tidak begitu banyak, seperti kita ketahui FB membatasi pertemanan kita hanya 5000 orang saja itupun teman-temannya belum tentu tertarget atau membutuhkan apa yang dia jual, dan belum tentu semuanya online pada saat dia posting jualannya, seandainya setiap kali dia posting ada 10% saja yang online belum tentu yang 10% itu target market dia, jadi kesempatannya sangat kecil untuk berjualan di FB, kecuali dia mau menyisihkan uangnya untuk beriklan di FB ads, dan ini pun butuh ilmu terkait beriklan di Facebook. Lalu bagaimana dia bisa laris berjualan di Facebook? Ya benar, kalau Anda menjawab “group facebook”, dia bergabung di group-group Facebook yang membutuhkan produk yang dia jual diantaranya yang saya tahu adalah dia bergabung di group-group peruqyah.

Kesimpulannya dari cerita dua sahabat saya diatas adalah tidak mustahil menjual produk yang belum banyak dikenal masyarakat asalkan target pasarnya tepat, dan untuk menemukan target pasar yang tepat tentunya harus berada di lingkungan atau komunitas yang tepat yang mana mereka membutuhkan produk yang kita jual. Cerita pertama dia berjualan offline tapi kepada para jamaah majlis taklim yang mereka sudah paham akan manfaat dan kegunaan bidara sidr, cerita kedua dia berjualan online tapi bukan di linimasa facebook dia, tapi di group peruqyah yang banyak membutuhkan untuk kepentingan ruqyah dan pengobatan. Jadi berjualan bisa offline atau online asal kita tahu pasarnya, dan target marketnya benar-benar tepat orang yang memerlukan produk yang kita jual.

Nah gimana tertarik untuk berjualan pohon bidara? Dengan menyebarkan artikel ini Anda ikut memberikan informasi mengenai pohon bidara, tidak hanya bidara sidr saja yang bisa dijual, mungkin kalau anda mengenal teman atau kerabat Anda yang menderita penyakit tuberkulosis atau TBC bisa Anda rekomendasikan untuk mengkonsumsi bidara upas, selanjutnya terserah Anda apabila mau menjual ke para penderita TBC atau sekedar menyarankan saja karena mungkin tidak tega juga ya kalo kita memanfaatkan orang yang sedang kesusahan, hehe.

Cerita dua sahabat saya tadi juga bisa teman-teman aplikasikan di penjualan produk lainnya ya tidak hanya bidara saja. Misalkan kita berjualan gamis atau hijab tentu kita tahu kepada siapa akan kita jual, cari komunitasnya emak-emak yang membutuhkan gamis atau hijab yang anda jual, hehe. Atau juga kita bisa berjualan berdasarkan hobi yang kita geluti, misal kita hobi bersepeda dan punya komunitas gowes maka tidak keliru kalo kita menjual spare part atau asesoris sepeda. Kalau kita gigih dan istiqomah insya Allah tidak mustahil untuk sukses, seperti kisah sukses pengusaha Aqua yang pernah kita bahas di tulisan sebelumnya.

Demikian semoga bermanfaat buat kita semua, silahkan share sebanyak-banyaknya agar semakin banyak yang tahu informasi mengenai manfaat dan peluang usaha dari daun bidara ini, semakin banyak yang memanfaatkan maka insya Allah akan jadi pahala jariyah buat Anda. Sampai jumpa di tulisan saya yang lainnya… wassalaamu’alaikum

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*